Minggu, 12 Juni 2011

Dakwah Menjadi Sumber Kendali dan Sangsi Sosial

Islam yang berpedoman kepada Al-quran dan hadits yang menjadikan manusia sebagai kholifah dimuka bumi ini yang akan menuntun jalan hidupnya dengan menggunakan Dakwah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Dakwah sebagai Sumber kendali dan Sangsi sosial itu terbukti dengan cara seorang Mubaligh melakukan syiar keislaman yang berpedoman kepada Al-quran dan Hadits, sehingga benar adanya jika Dakwah bisa di jadikan sebagai sumber kendali dan sangsi sosial.
Salah satu contoh Dakwah sebagai sumber kendali ialah disaat suatu kelompok yang terbiasa melakukan kesalahan dan menjadikan kesalahan itu sebagai kegiatan rutinitas dan bahkan wajib hukumnya untuk dilakukan, dan seorang mubaligh atau Da’i biasanya melakukan pelurusan-pelurusan terhadap kelompok tersebut dan memberikan motivasi dan pendekatan kepada mereka, dan banyak pula masyarakat yang menjadikan Dakwah sebagai Sumbur referensi sebagai tindakan penyelesaian masalah.
Salah satu contoh lagi ialah banyak orang-orang yang menanyakan cara penyelesaian masalah dengan bertanya kepada Ustadz atau Ustadzah secara langsung melalui telepon yang biasanya dilakukan di acara ceramah agama yang diadakan ditelevisi yang disiarkan secara langsung, mereka yang bertanya biasanya bertanya atas kejadian yang benar-benar terjadi pada hidupnya atau bahkan pada kehidupan kerabatnya, sehingga mereka menanyakan hal-hal tersebut untuk menjadikannya sebagai landasan mereka bertindak.
Konsep Tanya-jawab didalam acara ini pun biasanya banyak digunakan oleh Mad’u untuk mertanya bagaimana cara menjalani hidup dengan benar dan sebagainya. Jadi jelas jika Dakwah itu bisa dijadikan sebagai Sumber Kendali.
Dan contoh sangsi sosial sebagai dakwah ialah ketika kepolisian memberi hukuman kepada seorang Gayus selama 7 tahun menjadi polemik tersendiri dikalang masyarkat yaitu ketidak adilan hokum terhadap kasus yang menimpa Gayus tambunan, aksi-aksi masyarakatpun berfariatif dalam menanggapi kasus ini ada yang melakukan protes melalui drama komedi, melalui iklan, dan bahkan ada yang menanggapinya melalui lagu yang menyindir betapa hebatnya seorang gayus yang dapat hidup senang walupun berada didalam kurungan.
Dan kejadian ini secara tidak sadar mengajak dakwah ajakan kepada para pejabat untuk tidak melakukan tindakkan yang sama dengan Gayus S Tambunan. Dan walaupun Gayus mendapatkan kebahagian di dunia ini tapi belum tentu dia mendapatkan kebahagian di akhirat nanti.
Sehingga Mubaligh haruslah mengajak Mad`u untuk tetap berada diatas jalan kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar