Senin, 04 April 2011

posting pertama



MENANGKAP GEJALA
Manusia, adalah makhluk yang paling sempurna dari seluruh ciptaan Allah. Bahkan Jin dan Malaikat-pun diminta oleh Allah untuk tunduk kepada manusia. Manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin dari Bumi ini, dengan segala kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT. Salah satu kelebihan utama yang diberikan oleh Allah, adalah akal pikiran. Inilah hal utama yang membuat manusia berbeda dengan ciptaan Allah yang lainnya. Kemampuan berpikir yang manusia miliki telah digunakan untuk berusaha membangun, memberdayakan dan memanfaatkan secara maksimal seluruh ciptaan Allah yang telah Allah berikan didunia ini.
Sesungguhnya apa yang telah Allah berikan sebagai kelebihan-kelebihan yang seharusnya dimiliki oleh manusia ternyata banyak yang tidak dimanfaatkan oleh manusia itu sendiri. Salah satu kelebihan yang masih tersembunyi yang Allah berikan dan sangat jarang dipergunakan oleh manusia itu adalah kepekaan atau menangkap gejala.
Manusia yang peka dapat dengan mudah menangkap gejala-gejala alam, niat-niat manusia, kejadian dimasa lampau, sekarang atau bahkan dapat menerima kilasan masa depan dalam bentuk firasat, bahkan visual sekalipun. Kepekaan inipun dapat kita pakai sebagai cara untuk menembus alam gaib dan berkomunikasi dengan makhluk yang ada didalamnya.
Kepekaan ini telah ada dalam setiap manusia, bahkan seringkali secara tidak sengaja telah kita gunakan seumpama dalam bentuk firasat atau mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan, atau sekedar bulu kuduk tiba-tiba merinding yang menandakan keberadaan makhluk gaib disekitar kita.Oleh karena itu, kepekaan ini dapat dilatih dengan berbagai metode, sehingga apa yang biasa kita dapatkan secara tidak sengaja, dapat kita pergunakan kapan saja kita inginkan.
Dengan memiliki kepekaan yang cukup, maka kita dapat membangun masa depan yang lebih baik, berkeimanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta dapat menolong sesama.
Salah satu contoh manusia dalam menangkap gejala adalah ketika saya melewati sebuah jalan  tepatnya di daerah cileunyi. Di pinggir jalan terlihat sekelompok para pemuda sedang berkumpul menikmati dinginnya malam dengan di temani minuman penghangat. Setelah sekian lama saya memperhatikan hal tersebut ada sesuatu kejadian yang dapat saya simpulkan bahwa itu suatu gejala yang akan menyebabkan terjadinya sesuatu, yaitu keributan. Kesimpulan tersebut diambil karena para pemuda tersebut mulai saling meledek. Dalam keadaan setengah sadar tentu hal itu sangat tidak baik. Sudah barang tentu dalam keadaan demikian emosi tidak akan sepenuhnya terkontrol.
Tak berapa lama apa yang saya takutkan pun terjadi. Karena salah seorang di antara mereka tidak terima atas perkataan temannya. Sudah barang tentu, perkelahian tak dapat di elak kan. Dengan tanpa rasa malu, kedua pemuda tersebut menjerit jerit di tengah malam. Beruntung salah seorang yang tertua di antara mereka melerai keduanya. Sehingga tidak terjadi perkelahian yang hebat.
Kejadian di atas merupakan gejala social yang sebenarnya dapat di cegah. Hanya saja mungkin diantara mereka tidak dapat menangkap gejala yang akan terjadi. Dan masih banyak gejala gejala lain yang sebenarnya dapat kita tangkap. Baik itu gejala alam maupun gejala social yang sering kita temui dalam kehidupan kita sehari – hari.



1 komentar: